INFOGOWA.COM – Aksi brutal sembilan remaja bersenjata tajam terekam kamera pengawas (CCTV) saat menyerang sebuah toko kelontong dan sejumlah remaja yang sedang nongkrong di Kabupaten Takalar. Akibat kejadian tersebut, dua orang korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
Peristiwa penyerangan itu terjadi di sebuah toko kelontong di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Dalam rekaman CCTV terlihat para pelaku secara tiba-tiba menyerang para remaja yang berada di depan toko, serta merusak sejumlah barang dan sepeda motor milik korban menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan tersebut, dua korban mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kabupaten Takalar untuk mendapatkan perawatan medis.
Usai kejadian yang berlangsung pada 22 Desember 2025 lalu, pihak kepolisian melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, empat dari sembilan terduga pelaku berhasil ditangkap beserta barang bukti berupa sepeda motor dan senjata tajam yang diduga digunakan saat melakukan penyerangan.
Keempat pelaku masing-masing berinisial A-S (21), D-N (18), A-W (18), dan S-U (19). Dari hasil pemeriksaan, motif penyerangan diketahui karena ingin melakukan aksi balas dendam. Namun ironisnya, sasaran penyerangan justru keliru.
Salah satu pelaku mengaku nekat melakukan penyerangan karena sakit hati setelah salah seorang rekannya diduga dipukuli oleh sekelompok remaja.
Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta, mengatakan bahwa para pelaku berkeliling menggunakan sepeda motor secara berboncengan untuk mencari target. Polisi hingga kini masih memburu pelaku lainnya yang diduga ikut terlibat dalam aksi perusakan toko dan penganiayaan tersebut.
“Atas perbuatannya, keempat pelaku dijerat Pasal 521 dan Pasal 262 ayat 2 KUHP baru tentang pengrusakan dan penganiayaan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” ujar AKP Hatta.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak mudah terpancing emosi dan menghindari tindakan kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.